| Source: Becon |
CaraMencegah Kehamilan Dengan Usaha Sterilisasi
Takut
dan bingung, mungkin itulah gambaran perasaan pasangan suami isteri ketika
mendengar istilah sterilisasi. Bayangan mereka, sterilisasi adalah suatu hal
yang sangat menyeramkan. Memang waktu dulu, sterilisasi dilakukan dengan cara
pengangkatan rahim pada wanita, sehingga terkesan sangat menakutkan. Akhirnya,
ketakutan tersebut berimbas sampai sekarang ini.
Sterilisasi
itu sendiri merupakan suatu metode atau cara untuk mencegah kehamilan. Semakin
canggihnya teknologi kedokteran, metode sterilisasi ini sudah tidak menerapkan
proses steril dengan mengangkat rahim wanita agar tidak hamil. Proses
sterilisasi ini sekarang lebih dikenal dengan
istilah tubektomi untuk wanita, dan vasektomi untuk laki-laki.
Proses Sterilisasi Tubektomi dan Vasektomi Sebagai Cara Mencegah Kehamilan
Prosessterilisasi ini biasanya dilakukan bagi pasangan suami isteri yang sudah tidak
ingin mempunyai keturunan lagi. Adapun syarat dilakukannya sterilisasi, yaitu
usia anda sudah lebih dari 35 tahun dimana pada usia ini wanita sangat beresiko
tinggi terjadi gangguan pada kehamilan dan proses persalinannya. Selain itu,
anda sudah memiliki lebih dari 3 anak yang menurut anda sudah cukup dan tidak
ingin menambah anak lagi. Dan yang terpenting, anda tidak memiliki riwayat
penyakit jantung.
Biasanya
proses sterilisasi dilakukan bersamaan dengan operasi sectio caesaria(SC) atau
operasi pada bagian perut seperti laparotomi dan sebagainya. Sterilisasi juga
bisa dilakukan pada saat nifas. Sterilisasi dibagi menjadi 2 yaitu tubektomi
dan vasektomi.
Tubektomi
merupakan proses sterilisasi yang dilakukan pada wanita dengan cara mengikat
pada bagian tubafalopi (saluran telur). Sedangkan vasektomi adalah proses
sterilisasi yang dilakukan pada pria dengan cara mengikat pada bagian vas
deferens. Tetapi, pada umumnya proses sterilisasi ini dilakukan pada wanita.
Dengan catatan sebelum dilakukan operasi sterilisasi ini, si wanita harus
dinyatakan negatif hamil dan 4 hari sebelum operasi tidak boleh melakukan
hubungan intim dengan suami. Disamping itu, anda harus tetap menggunakan alat
kontrasepsi hingga hari akan dilakukan proses sterilisasi dan yang paling
penting puasa 6 jam sebelum dilakukan operasi.
Tidak
terlalu menakutkan bukan proses sterilisasi masa kini dibandingkan dengan zaman
dahulu. Dan banyak dokter yang menyatakan jika proses sterilisasi dapat
mencegah kehamilan 100%, asalkan anda sebelum melakukannya dinyatakan tidak
positive hamil dan tidak melakukan hubungan suami isteri sebelum operasi.
Alangkah baiknya, sebelum anda melakukan sterilisasi, konsultasikan dengan
dokter anda terlebih dahulu agar lebih yakin.
mencegah kehamilan sih boleh tapi pasti ada dampak buruknya suatu saat.
BalasHapus