Senggama Terputus Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan
Menunda
kehamilan, merupakan salah satu keputusan yang sangat sulit untuk bisa diterima
terutama oleh pasangan yang baru menikah. Dikarenakan, ketika awal pernikahan
adalah masa-masa dimana seorang pasangan suami isteri sedang bersemangat untuk
melakukan hubungan seks. Namun, mereka harus terpaksa melakukan ini dikarenakan
berbagai alasan yang menurutnya tidak bisa diganggu gugat.
Berbagai
cara pasti sudah dipikirkan baik oleh si wanita maupun suaminya untuk menunda
kehamilan. Tetapi, tetap saja belum menemukan alat kontrasepsi yang cocok untuk
si wanita tersebut. Ditambah lagi, keinginan si wanita yang sangat bersikeras
untuk tidak ingin memakai alat kontrasepsi sejenis KB. Sebab, banyak pengalaman
orang lain yang mengatakan jika memakai alat kontrasepsi KB dalam jangka waktu
yang cukup lama bisa menimbulkan kemandulan. Tentu, hal ini pasti tidak
diinginkan oleh pasangan suami isteri yang belum dikaruniai seorang anak. Tapi,
anda jangan khawatir, masih banyak cara yang lainnya kok yang lebih aman untuk
menunda kehamilan. Siapa tahu anda tertarik dengan cara yang satu ini.
Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan Dengan Senggama Terputus
Ini
merupakan salah satu alternatif caramencegah kehamilan setelah berhubungan bagi pasangan suami isteri yang baru
saja menikah, karena dirasa lebih aman daripada pemakaian KB. Cara tersebut
adalah dengan melakukan senggama terputus.
Apa
sih senggama terputus itu? Senggama terputus atau Coitus Interuptus adalah
suatu cara yang dilakukan oleh pasangan suami isteri yang bertujuan untuk
menunda kehamilannya, dimana si suami akan menarik atau melepas penisnya dari
vagina si isteri sebelum terjadi ejakulasi di dalam dan orgasme pada puncaknya,
lalu mengeluarkannya di luar vagina. Mungkin, hal ini sangatlah berat dilakukan
oleh pasangan suami isteri, karena harus menahan sensasi nikmatnya ketika berhubungan
intim.
Adapun
efektifitas penundaan kehamilan dengan menggunakan metode senggama terputus
yaitu dari 100 kehamilan per tahun, angka kegagalannya mencapai 4 – 18
kehamilan. Terlebih jika sperma masih menempel pada penis ketika ejakulasi, hal
ini akan membuat efektifitas melakukan senggama terputus semakin menurun.
Meskipun
jika dilihat dari segi efektifitasnya memang masih terbilang sangat kurang,
akan tetapi penundaan kehamilan dengan senggama terputus ini tidak menimbulkan
efek samping apapun, sehingga sangat aman untuk dilakukan kapan saja. Selain
itu, hal ini juga dapat membuat kedua pasangan suami isteri lebih dekat lagi
secara batin dan belajar untuk saling memahami satu sama lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar