Senggama Terputus Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan cara mencegah kehamilan: Senggama Terputus Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan

Breaking News

Rabu, 27 Mei 2015

Senggama Terputus Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan

Senggama Terputus Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan

Senggama Terputus Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan


Menunda kehamilan, merupakan salah satu keputusan yang sangat sulit untuk bisa diterima terutama oleh pasangan yang baru menikah. Dikarenakan, ketika awal pernikahan adalah masa-masa dimana seorang pasangan suami isteri sedang bersemangat untuk melakukan hubungan seks. Namun, mereka harus terpaksa melakukan ini dikarenakan berbagai alasan yang menurutnya tidak bisa diganggu gugat.

Berbagai cara pasti sudah dipikirkan baik oleh si wanita maupun suaminya untuk menunda kehamilan. Tetapi, tetap saja belum menemukan alat kontrasepsi yang cocok untuk si wanita tersebut. Ditambah lagi, keinginan si wanita yang sangat bersikeras untuk tidak ingin memakai alat kontrasepsi sejenis KB. Sebab, banyak pengalaman orang lain yang mengatakan jika memakai alat kontrasepsi KB dalam jangka waktu yang cukup lama bisa menimbulkan kemandulan. Tentu, hal ini pasti tidak diinginkan oleh pasangan suami isteri yang belum dikaruniai seorang anak. Tapi, anda jangan khawatir, masih banyak cara yang lainnya kok yang lebih aman untuk menunda kehamilan. Siapa tahu anda tertarik dengan cara yang satu ini.

Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan Dengan Senggama Terputus


Ini merupakan salah satu alternatif caramencegah kehamilan setelah berhubungan bagi pasangan suami isteri yang baru saja menikah, karena dirasa lebih aman daripada pemakaian KB. Cara tersebut adalah dengan melakukan senggama terputus.

Apa sih senggama terputus itu? Senggama terputus atau Coitus Interuptus adalah suatu cara yang dilakukan oleh pasangan suami isteri yang bertujuan untuk menunda kehamilannya, dimana si suami akan menarik atau melepas penisnya dari vagina si isteri sebelum terjadi ejakulasi di dalam dan orgasme pada puncaknya, lalu mengeluarkannya di luar vagina. Mungkin, hal ini sangatlah berat dilakukan oleh pasangan suami isteri, karena harus menahan sensasi nikmatnya ketika berhubungan intim.

Adapun efektifitas penundaan kehamilan dengan menggunakan metode senggama terputus yaitu dari 100 kehamilan per tahun, angka kegagalannya mencapai 4 – 18 kehamilan. Terlebih jika sperma masih menempel pada penis ketika ejakulasi, hal ini akan membuat efektifitas melakukan senggama terputus semakin menurun.


Meskipun jika dilihat dari segi efektifitasnya memang masih terbilang sangat kurang, akan tetapi penundaan kehamilan dengan senggama terputus ini tidak menimbulkan efek samping apapun, sehingga sangat aman untuk dilakukan kapan saja. Selain itu, hal ini juga dapat membuat kedua pasangan suami isteri lebih dekat lagi secara batin dan belajar untuk saling memahami satu sama lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By digitalsquad