Spermisida Si Alat Kontrasepsi Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan
Pernahkah
anda mendengar istilah spermisida? Pasti banyak orang yang akan menjawab belum
pernah, dikarenakan istilah tersebut masih terdengar sangat asing di telinga masyarakat
Indonesia khususnya. Jangankan orang awam, banyak tenaga medis pun yang belum
tahu apa sih spermisida itu.
Spermisida
itu sendiri adalah salah satu caramencegah kehamilan setelah berhubungan dengan menggunakan bahan kimia
semacam non oxynol – 9, dimana cara kerjanya sebagai penghambat laju motilitas
sperma sehingga dapat membuat sel telur mengalami penurunan untuk melakukan
pembuahan. Jenis spermisida itu sendiri dibagi menjadi 3 jenis, yaitu berupa
aerosol atau busa, tablet vagina, suppositoria, dan krim. Pemakaian spermisida
ini akan lebih efektif, jika pemakaiannya dikombinasikan dengan alat
kontrasepsi lain seperti kondom atau diafragma.
Keuntungan Dan Kerugian Pemakaian Spermisida Sebagai Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan
Setiap
pemakaian alat kontrasepsi jenis apapun baik hormonal ataupun kimiawi pasti
memiliki keuntungan dan kerugian, terkecuali alat kontrasepsi alami seperti
senggama terputus atau seks non penetrasi dimana keduanya tidak menimbulkan
efek samping.
Adapun
keuntungan dan kerugian pemakaian alat kontrasepsi spermisida ini adalah :
·
Keuntungan
- Keefektifannya langsung bisa dirasakan setelah pemakaian
- Bagi ibu yang sedang menyusui, pemakaian spermisida ini tidak akan mengganggu produksi ASI. Sehingga, tidak perlu khawatir bayi anda akan kekurangan asupan nutrisi dari ASI.
- Pemakaian spermisida merupakan pendukung kontrasepsi metode lain.
- Tidak memberikan dampak negatif terhadap kesehatan anda.
- Sangat mudah untuk digunakan.
- Tidak perlu dilakukan pemeriksaan secara medis terlebih dahulu dalam pemakaian spermisida.
- Dapat melindungi anda dari penyakit menular seksual.
·
Kerugian
- Tingkat
keefektifannya sangat rendah sekali dalam mendukung program penundaan
kehamilan, sekalipun cara pemakaian sudah sesuai dengan petunjuk.
- Untuk
spermisida jenis tertentu harus menunggu 10-15 menit terlebih dahulu sebelum
melakukan hubungan seksual.
- Efektifitasnya
hanya bertahan 1-2 jam saja dalam satu kali pemakaian.
- Harus
dikombinasikan dengan alat kontrasepsi yang lainnya, apabila ingin mendapatkan
keefektifan yang maksimal.
- Dapat
menimbulkan efek samping pada pemakainya seperti iritasi dan timbul rasa panas
di sekitar daerah vagina.
Karena tingkat
keefektifannya yang masih sangat kurang dan mempunyai dampak kerugian yang
terbilang sangat lumayan dibandingkan dengan alat kontrasepsi lain, membuat
alat kontrasepsi spermisida ini tidak begitu dikenal dan familiar di telinga
masyarakat. Seandainya anda berminat menggunakan kontrasepsi jenis ini,
sebaiknya konsultasikan dulu dengan bidan atau dokter.


